
Lembaga keuangan biasanya menggunakan salah satu dari dua metode perhitungan bunga berikut:
- Bunga Flat: Perhitungan bunga yang plafonnya tetap dihitung dari pokok pinjaman awal setiap bulannya. Keuntungannya adalah jumlah cicilan setiap bulan akan selalu sama, namun jika dihitung secara total, beban bunganya cenderung lebih tinggi dibanding efektif.
- Bunga Efektif: Perhitungan bunga yang didasarkan pada sisa pokok pinjaman (Outstanding). Jadi, seiring berkurangnya utang Anda, porsi bunga yang dibayarkan pun mengecil. Metode ini biasanya digunakan untuk kredit jangka panjang seperti KPR.
Metode Pembayaran Angsuran: ADDM vs ADDB
Waktu pembayaran angsuran pertama juga memengaruhi jumlah dana yang harus Anda siapkan di awal (Total DP):
1. Angsuran Dibayar Di Muka (ADDM)
Pada skema ini, angsuran pertama dibayarkan bersamaan dengan pembayaran uang muka (DP) saat pencairan.
- Dampaknya: Total pembayaran pertama (Total Down Payment) menjadi lebih tinggi karena sudah termasuk cicilan bulan pertama. Namun, tenor pinjaman secara teknis terasa lebih pendek satu bulan.
2. Angsuran Dibayar Di Belakang (ADDB)
Pada skema ini, angsuran pertama baru dibayarkan pada bulan berikutnya setelah pencairan dana.
- Dampaknya: Total pembayaran pertama (Total Down Payment) lebih ringan karena hanya terdiri dari DP murni dan biaya administrasi. Tenor pembayaran tetap berjalan sesuai jangka waktu yang dipilih (misal 12 bulan penuh setelah mobil diterima).
Rangkuman Istilah Tambahan untuk Artikel Anda
Berikut adalah daftar definisi singkat untuk dimasukkan ke dalam glosarium artikel:
- Bunga Flat: Bunga yang dihitung tetap berdasarkan pokok pinjaman awal.
- Bunga Efektif: Bunga yang dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman yang semakin menurun.
- ADDM (Angsuran Dibayar Di Muka): Skema pembayaran di mana angsuran pertama dibayar saat pengambilan kendaraan/pencairan.
- ADDB (Angsuran Dibayar Di Belakang): Skema pembayaran di mana angsuran pertama dibayar satu bulan setelah pencairan








