Pasar properti sekunder (rumah seken) di Kota Depok mencatatkan pertumbuhan harga tertinggi dibandingkan kota-kota lain di kawasan Jabodetabek. Berdasarkan Rumah123 Flash Report September 2025, harga rumah seken di Depok tumbuh 3,8% secara tahunan (year-on-year), jauh melampaui rata-rata Jabodetabek yang hanya 0,3% dan rata-rata nasional sebesar 0,2%.
Pertumbuhan ini menempatkan Depok sebagai salah satu dari sedikit kota di Indonesia yang konsisten mencatat kenaikan harga rumah seken sepanjang 2024–2025, di tengah pasar properti nasional yang cenderung melambat. Kepala Riset Rumah123, Marisa Jaya, menyebut capaian ini menegaskan posisi Depok sebagai pilihan hunian alternatif yang tetap diminati berkat kedekatannya dengan Jakarta dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, seperti Tol Depok–Antasari dan jaringan Serpong–Cinere–Jagorawi.
Minat Pasar Tetap Stabil di Berbagai Kawasan
Dari sisi permintaan, jumlah pencarian properti (enquiries) di Depok tumbuh 5,5% sepanjang Januari–Agustus 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, bahkan meningkat 1,6 kali lipat jika dibandingkan dengan 2023. Karakter pasar bervariasi antar kawasan: segmen menengah-atas terkonsentrasi di kawasan seperti Cinere, sementara sejumlah kawasan lain lebih didominasi permintaan rumah dengan harga di bawah Rp400–700 juta.
Berikut gambaran sejumlah kawasan di Depok yang menjadi area layanan pinjaman jaminan properti dan menunjukkan aktivitas pasar properti yang aktif:
| Kawasan / Kelurahan | Kecamatan (perkiraan) | Karakter Pasar |
|---|---|---|
| Pancoran Mas | Pancoran Mas | Permintaan tinggi, mayoritas segmen di bawah Rp400 juta |
| Sukmajaya, Mekar Jaya, Tirtajaya | Sukmajaya | Segmen menengah, aktivitas pasar aktif |
| Cilodong, Sukamaju, Kalibaru, Kalimulya | Cilodong | Kawasan berkembang, permintaan renovasi & hunian meningkat |
| Sawangan, Bedahan, Pengasinan | Sawangan | Magnet baru segmen menengah-bawah |
| Cinere, Gandul | Cinere | Segmen menengah-atas, harga lebih premium |
| Limo, Grogol | Limo | Permintaan stabil, dekat akses tol |
| Tugu, Mekarsari | Cimanggis | Kawasan padat, kebutuhan dana mendesak meningkat |
| Sukatani, Tirtajaya | Tapos | Pertumbuhan permintaan hunian menengah |
Catatan: pembagian kecamatan bersifat perkiraan umum untuk konteks pembaca.
Aset Properti sebagai Sumber Dana Alternatif
Naiknya nilai properti di berbagai kawasan Depok membuat aset yang dimiliki warga — baik rumah tinggal maupun ruko — memiliki nilai jual dan nilai jaminan yang ikut meningkat. Kondisi ini membuka opsi bagi sebagian pemilik properti untuk memanfaatkan sertifikat rumah sebagai jaminan pembiayaan, tanpa harus menjual asetnya, misalnya untuk kebutuhan modal usaha atau renovasi.
Di Depok, opsi pinjaman jaminan properti kini tersedia melalui sejumlah lembaga pembiayaan yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satunya Moladin Finance yang menyediakan produk pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah, ruko, maupun apartemen. Bagi warga yang mempertimbangkan opsi ini, penting untuk memastikan nilai properti, kelengkapan dokumen, dan kemampuan mencicil sebelum mengajukan pembiayaan.
Dengan tren harga yang terus menanjak, para pengamat menilai Depok akan tetap menjadi pasar properti yang dinamis dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh perbaikan infrastruktur dan posisinya sebagai kota penyangga Jakarta — sekaligus membuka peluang bagi warga untuk memanfaatkan aset properti mereka secara lebih optimal.
Sumber data: Rumah123 Flash Report, September 2025