Moladin Finance Official Blog

Artikel » Tips » Warga Bandung Mulai Lirik Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Properti untuk Kebutuhan Dana Besar

Warga Bandung Mulai Lirik Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Properti untuk Kebutuhan Dana Besar

by Frengki Chua

Kebutuhan akan dana tunai dalam jumlah besar mendorong sebagian warga Bandung mempertimbangkan skema pembiayaan yang menggunakan sertifikat properti sebagai jaminan. Skema ini dinilai relevan bagi pemilik rumah, ruko, atau aset properti lain yang membutuhkan modal usaha maupun dana mendesak, namun tidak ingin menjual asetnya.

Dalam skema tersebut, sertifikat properti seperti Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), atau Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) dijadikan agunan kepada lembaga pembiayaan. Pemilik properti tetap dapat menempati dan menggunakan asetnya selama masa pinjaman berjalan, sepanjang kewajiban pembayaran cicilan dipenuhi sesuai kesepakatan.

Beberapa lembaga pembiayaan yang menyediakan produk ini, salah satunya Moladin Finance, mensyaratkan nilai properti berada di kisaran tertentu—umumnya di atas Rp 700 juta—dengan jenis properti yang bisa dijaminkan mencakup rumah tinggal, ruko, apartemen, kantor, gudang, hingga rumah kos. Kepemilikan sertifikat juga menjadi pertimbangan penting dalam proses verifikasi, karena idealnya sertifikat berada atas nama pemohon, pasangan, atau orang tua yang masih hidup.

Proses Pengajuan Berjenjang

Pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat umumnya tidak instan. Calon nasabah perlu melalui beberapa tahap, mulai dari pengisian formulir dan penyerahan dokumen, sesi konsultasi untuk menentukan nominal serta tenor pinjaman, hingga proses penilaian atau appraisal langsung ke lokasi properti.

Setelah penilaian rampung dan pengajuan dinyatakan memenuhi syarat, tahap berikutnya adalah verifikasi kelayakan, penandatanganan akad pembiayaan, dan pencairan dana ke rekening nasabah. Lama proses ini bervariasi, tergantung kelengkapan dokumen serta hasil penilaian aset yang dijaminkan.

Sejumlah lembaga pembiayaan menawarkan tenor yang relatif panjang, ada yang mencapai tujuh tahun, sehingga nasabah memiliki ruang untuk menyesuaikan besaran cicilan dengan kemampuan finansialnya. Meski demikian, calon nasabah disarankan untuk menghitung kemampuan mencicil secara realistis sebelum mengajukan pinjaman dengan nominal besar, mengingat properti yang dijaminkan berisiko dieksekusi apabila terjadi gagal bayar.

Baca Juga  Pakai MOFI Bisa Tebus Motor Listrik DP 0 Rupiah di Jakarta Fair 2024

Wilayah di Bandung yang Umum Terjangkau Layanan Ini

Berdasarkan cakupan layanan yang ada, sejumlah kecamatan di Kota Bandung berikut umumnya termasuk area yang bisa dilayani untuk pengajuan pinjaman jaminan sertifikat:

NoKecamatan
1Panyileukan
2Andir
3Mandalajati
4Bandung Wetan
5Sumur Bandung
6Antapani
7Kiaracondong
8Sukajadi
9Buahbatu
10Bojongloa Kaler
11Lengkong
12Batununggal
13Regol
14Cicendo
15Arcamanik
16Cibeunying Kidul
17Coblong

Jika properti Anda berada di salah satu wilayah tersebut, ada baiknya mencari tahu lebih lanjut mengenai lembaga pembiayaan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Beberapa Pertimbangan Sebelum Mengajukan

  • Bandingkan beberapa opsi. Setiap lembaga pembiayaan bisa punya kebijakan bunga, tenor, dan biaya yang berbeda. Tidak ada salahnya membandingkan sebelum memutuskan.
  • Pahami risiko. Karena menggunakan properti sebagai jaminan, penting untuk realistis dalam memperkirakan kemampuan membayar cicilan, agar tidak berisiko kehilangan aset.
  • Baca ketentuan dengan teliti. Termasuk soal biaya administrasi, denda keterlambatan, dan simulasi total pembayaran selama tenor berjalan.

Perlu Kehati-hatian sebelum Mengajukan

Pengamat maupun praktisi keuangan kerap mengingatkan agar masyarakat memastikan legalitas lembaga pembiayaan sebelum mengajukan pinjaman berjaminan properti. Lembaga yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi nasabah, termasuk terkait ketentuan bunga, biaya administrasi, dan mekanisme penyelesaian apabila terjadi wanprestasi.

Calon nasabah juga disarankan untuk membandingkan penawaran dari beberapa lembaga pembiayaan, memahami secara rinci simulasi total pembayaran selama masa tenor, serta mempertimbangkan risiko kehilangan aset apabila tidak mampu memenuhi kewajiban cicilan hingga akhir periode pinjaman.

Moladin Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan berizin OJK yang menyediakan produk pinjaman dengan jaminan sertifikat properti dan melayani wilayah Bandung, di antara sejumlah lembaga pembiayaan lain yang menawarkan produk serupa di pasar.

Baca Juga  Apakah Take Over KPR Lebih Menguntungkan? Ketahui Jenis, Syarat, dan Cara Melakukannya

You may also like