Skip to main content

Moladin Finance Official Blog

Artikel » Panduan » Ukur Tanah di BPN Bisa Pilih Jadwal, Begini Alur Pengajuannya!

Ukur Tanah di BPN Bisa Pilih Jadwal, Begini Alur Pengajuannya!

by MOFI News
panduan ukur tanah di BPN - Moladin

Mengurus dokumen pertanahan sering kali mengharuskan pemilik melakukan pengukuran terlebih dahulu.

Kabar baiknya, layanan ukur tanah di BPN kini semakin praktis karena pemohon dapat memilih sendiri jadwal pengukuran sesuai ketersediaan. Dengan sistem ini, proses menjadi lebih tertata dan waktu tunggu bisa lebih singkat.

Layanan tersebut juga membantu mengurangi antrean sekaligus memberikan kepastian kepada pemohon mengenai waktu pelaksanaan pengukuran. Sebelum mengajukan permohonan, pastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi agar proses berjalan lancar.

Ukur Tanah di BPN dengan Layanan Pengukuran Terjadwal

Layanan ukur tanah di BPN melalui sistem pengukuran terjadwal memungkinkan pemohon menentukan tanggal pelaksanaan pengukuran sejak awal pengajuan.

Inovasi dari Kementerian ATR/BPN ini dibuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempercepat proses administrasi pertanahan.

Dengan adanya jadwal yang sudah ditentukan, petugas dapat mengatur agenda pengukuran lebih efisien. Di sisi lain, pemohon juga memiliki kepastian waktu sehingga dapat mempersiapkan seluruh kebutuhan sebelum hari pelaksanaan.

Namun, layanan ini tetap mensyaratkan kelengkapan dokumen dan kesiapan lokasi. Apabila ada persyaratan yang belum dipenuhi, jadwal pengukuran dapat ditunda bahkan permohonan berpotensi ditutup.

Syarat Ukur Tanah di BPN yang Harus Disiapkan

ukur tanah di BPN - Moladin
Foto: RAS Kontraktor

Sebelum mengajukan permohonan, ada beberapa dokumen dan persyaratan yang perlu kamu lengkapi. Berikut ini syarat-syaratnya:

1. Identitas Pemohon

Siapkan kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku sebagai bukti identitas saat mengajukan permohonan.

2. Lokasi Bidang Tanah

Pemohon perlu menyertakan titik lokasi atau share location agar petugas lebih mudah menemukan objek yang akan diukur.

3. Foto Kondisi Bidang Tanah

Lampirkan foto terbaru yang memperlihatkan batas permanen, seperti pagar atau patok tanah. Foto ini membantu petugas melakukan verifikasi awal.

4. Surat Pernyataan Batas Tanah

Dokumen ini berisi pernyataan bahwa tanda batas telah dipasang serta mendapat persetujuan dari pemilik tanah yang berbatasan langsung.

Baca Juga  Hukum Gadai: Pengertian, Sistem, dan Aspek Penting Lain yang Perlu Diketahui

5. Surat Pernyataan Kesediaan

Pemohon juga perlu menandatangani surat yang menyatakan bersedia apabila permohonan ditutup dan biaya administrasi tidak dapat dikembalikan apabila pengukuran gagal akibat kelalaian pemohon, misalnya patok belum dipasang, tidak hadir saat pengukuran, atau tanah sedang bersengketa.

Cara Mengajukan Ukur Tanah di BPN

Setelah semua dokumen lengkap, berikut tahapan pengajuan pengukuran tanah terjadwal di BPN:

1. Mengajukan Permohonan dan Memilih Jadwal

Pemohon menyerahkan seluruh berkas ke loket pelayanan kantor pertanahan. Jika dokumen dinyatakan lengkap, petugas akan memberikan pilihan jadwal pengukuran yang tersedia.

2. Menyelesaikan Biaya Administrasi

Selanjutnya, petugas menerbitkan Surat Perintah Setor (SPS). Pembayaran perlu diselesaikan paling lambat satu hari sebelum jadwal pengukuran agar permohonan tetap diproses.

3. Pelaksanaan Pengukuran

Pada hari yang telah dipilih, petugas akan datang ke lokasi untuk melakukan pengukuran. Pemohon sebaiknya hadir dan membawa bukti pembayaran agar proses dapat berlangsung tanpa kendala.

4. Menerima Hasil Pengukuran

Setelah seluruh proses selesai, pemohon akan memperoleh kutipan Peta Bidang Tanah (PBT). Dokumen tersebut dapat diterima dalam bentuk peta maupun tautan digital yang dikirim melalui WhatsApp atau email.

Penyebab Permohonan Pengukuran Bisa Ditolak atau Ditutup

Meski jadwal sudah ditentukan, tidak semua permohonan dapat dilanjutkan. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan proses ukur tanah di BPN dibatalkan atau ditutup, di antaranya:

  • Patok atau batas fisik tanah tidak ada maupun sulit dikenali.
  • Pemohon dan saksi batas tidak hadir saat pengukuran berlangsung.
  • Tanah sedang dalam sengketa, perkara hukum, atau berada di kawasan hutan.
  • Ditemukan tumpang tindih dengan bidang tanah lain sehingga perlu penyelesaian terlebih dahulu.
Baca Juga  Pelajari Fungsi Penting Faktur Mobil dan Cara Mengurusnya Jika Hilang

Karena itu, pastikan seluruh batas tanah telah dipasang dengan jelas dan seluruh pihak yang berkepentingan dapat hadir sesuai jadwal yang telah dipilih.

Tips agar Proses Pengukuran Tanah Berjalan Lancar

Supaya proses selesai tanpa hambatan, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sejak awal, di antaranya:

  • Periksa kembali kelengkapan seluruh dokumen sebelum mengajukan permohonan.
  • Pastikan patok atau batas tanah masih terlihat jelas.
  • Berkoordinasi dengan pemilik tanah yang berbatasan agar tidak terjadi keberatan saat pengukuran.
  • Simpan bukti pembayaran dan bawa saat petugas datang ke lokasi.
  • Datang tepat waktu atau berada di lokasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Persiapan yang matang akan membantu proses pengukuran berlangsung lebih cepat dan meminimalkan risiko penundaan.

Kalau kamu ingin mendapatkan informasi seputar sertifikat tanah, jual beli properti, hingga berbagai tips mengelola aset, jangan lewatkan artikel terbaru di Moladin Finance. Ada banyak panduan praktis yang bisa membantu kamu memahami berbagai proses administrasi properti dengan lebih mudah!

You may also like