Skip to main content

Moladin Finance Official Blog

Artikel » Tips » 10 Kesalahan Mengurus Sertifikat Tanah yang Sering Terjadi, Jangan Sepelekan!

10 Kesalahan Mengurus Sertifikat Tanah yang Sering Terjadi, Jangan Sepelekan!

by MOFI News
kesalahan mengurus sertifikat tanah - Moladin Finance

Mengurus sertifikat tanah membutuhkan ketelitian, mulai dari memeriksa status kepemilikan hingga memastikan seluruh dokumen sesuai ketentuan.

Sayangnya, masih ada sejumlah kesalahan mengurus sertifikat tanah yang dapat membuat proses administrasi terhambat, bahkan memicu perselisihan di kemudian hari.

Agar prosesnya berjalan lebih lancar, kamu perlu memahami hal-hal yang sering luput dari perhatian. Berikut sepuluh kesalahan yang sebaiknya dihindari saat mengurus dokumen kepemilikan tanah.

10 Kesalahan Mengurus Sertifikat Tanah

Ada beberapa hal yang kerap dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kelancaran pengurusan sertifikat. Berikut daftar kesalahan yang perlu kamu perhatikan:

1. Tidak Memeriksa Status Hukum Tanah

Sebelum membeli atau mengurus sertifikat, pastikan status hukum tanah sudah diperiksa. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah bidang tanah tercatat atas nama pihak yang benar, sedang bersengketa, atau memiliki catatan hukum tertentu.

Pemeriksaan data di Kantor Pertanahan dapat membantu mengurangi risiko masalah kepemilikan di kemudian hari.

2. Mengabaikan Kesepakatan Batas Tanah

Batas bidang tanah yang belum jelas dapat menimbulkan masalah saat pengukuran. Patok yang hilang atau keberatan dari pemilik lahan yang berbatasan bisa menghambat proses tersebut.

Karena itu, pastikan batas tanah telah disepakati dan ditunjukkan dengan jelas ketika pengukuran dilakukan.

3. Membiarkan Tanah Warisan Belum Diurus

Tanah warisan yang tidak segera ditangani dapat memicu konflik antarahli waris. Persoalan bisa semakin rumit ketika terjadi pergantian generasi atau ada pihak yang ingin menjual tanah tersebut.

Moladiners, pastikan dokumen ahli waris disiapkan dan peralihan hak diurus sesuai ketentuan agar status kepemilikan lebih jelas.

4. Menyerahkan Pengurusan kepada Calo

Menggunakan jasa perantara yang tidak memiliki kewenangan resmi berisiko menimbulkan kerugian. Kamu bisa menghadapi biaya tidak jelas, dokumen yang tidak terurus, atau bahkan penyalahgunaan berkas pribadi.

Baca Juga  Cara Cek Sertifikat Tanah Online dan Offline, Sangat Mudah!

Jika membutuhkan bantuan, gunakan kuasa resmi sesuai ketentuan dan pastikan setiap pembayaran disertai bukti yang sah.

5. Membawa Dokumen yang Tidak Lengkap

Berkas yang kurang dapat membuat permohonan tertunda. Dokumen yang dibutuhkan bergantung pada jenis layanan, misalnya sertifikat lama, identitas pemohon, akta jual beli, surat keterangan ahli waris, atau bukti pemenuhan kewajiban pajak.

Sebelum datang ke Kantor Pertanahan, periksa daftar persyaratan sesuai keperluan agar kamu tidak perlu bolak-balik melengkapi berkas.

6. Data Identitas Tidak Sesuai

Perbedaan nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat, atau tanggal lahir antara kartu identitas dan dokumen pertanahan dapat menghambat pemeriksaan berkas.

Periksa seluruh data sejak awal. Jika ditemukan ketidaksesuaian, cari tahu dokumen yang diperlukan untuk memperbaikinya sebelum mengajukan permohonan.

7. Menunda Balik Nama Sertifikat

Sebagian orang menganggap Akta Jual Beli (AJB) sudah cukup setelah transaksi tanah selesai. Padahal, AJB dan sertifikat memiliki fungsi berbeda. AJB menjadi bukti perbuatan hukum jual beli, sedangkan perubahan data sertifikat perlu diproses agar nama pemegang hak tercatat sesuai hasil peralihan hak.

Segera urus balik nama setelah persyaratan terpenuhi untuk menghindari kendala administrasi di kemudian hari.

8. Tidak Memantau Proses Permohonan

Setelah mengajukan berkas, jangan menganggap seluruh proses otomatis selesai. Ada kemungkinan petugas meminta dokumen tambahan atau perbaikan data.

Pantau perkembangan permohonan melalui saluran resmi dan segera tindak lanjuti pemberitahuan yang diterima.

9. Menyimpan Dokumen Secara Sembarangan

Sertifikat dan dokumen pendukung yang hilang atau rusak dapat menyulitkan proses administrasi berikutnya. Simpan dokumen asli di tempat aman dan buat salinan digital sebagai cadangan.

Hindari membagikan salinan dokumen kepada pihak yang tidak jelas kewenangannya.

Baca Juga  BAST Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

10. Tidak Memperbarui Data Pertanahan

Perubahan kepemilikan akibat jual beli, hibah, atau pewarisan perlu ditindaklanjuti sesuai prosedur. Begitu pula perubahan data bidang tanah akibat pemecahan atau penggabungan.

Mengabaikan pembaruan data dapat membuat catatan pertanahan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Oleh sebab itu, pastikan setiap perubahan yang diwajibkan telah dilaporkan kepada instansi berwenang.

Tips agar Pengurusan Sertifikat Tanah Lebih Lancar

Untuk menghindari berbagai kesalahan mengurus sertifikat tanah, mulailah dengan memeriksa status hukum lahan, menyiapkan dokumen sesuai jenis permohonan, dan memastikan data identitas sudah benar. Gunakan saluran resmi serta simpan bukti pengajuan dan pembayaran dengan baik.

Apabila menemukan masalah kepemilikan atau perbedaan data, selesaikan terlebih dahulu melalui prosedur yang berlaku sebelum melanjutkan proses. Jangan menunda pembaruan data atau menyerahkan dokumen kepada pihak yang tidak jelas kewenangannya.

Ingin mengetahui informasi lain seputar properti dan tanah? Yuk, baca artikel menarik lainnya di Moladin Finance untuk menambah wawasan sebelum membeli, mengurus, atau mengelola aset properti!

You may also like