Istilah persil tanah cukup sering muncul ketika membahas dokumen pertanahan, terutama dalam proses pendataan dan pendaftaran bidang tanah.
Meski terdengar sederhana, istilah ini berkaitan dengan identitas suatu bidang tanah dan penting dipahami sebelum kamu membeli, menjual, atau mengurus dokumen properti.
Memahaminya penting agar kamu tidak keliru saat memeriksa dokumen atau informasi mengenai sebuah properti. Yuk, simak pembahasan berikut ini!
Apa Itu Persil Tanah?
Secara sederhana, persil tanah adalah sebidang tanah yang memiliki ukuran, letak, serta batas tertentu. Dalam praktik pertanahan, istilah ini kerap digunakan untuk merujuk pada bidang tanah yang menjadi objek pendataan atau pendaftaran.
Artinya, persil bukan jenis hak atas tanah seperti Hak Milik atau Hak Guna Bangunan. Istilah tersebut lebih berkaitan dengan objek atau bidang tanah yang memiliki identitas dan batas yang jelas.
Pendataan bidang tanah dilakukan agar informasi mengenai lokasi, luas, batas, serta data yuridisnya dapat tercatat secara tertib. Hal ini menjadi bagian penting dalam administrasi pertanahan di Indonesia.
Apa Fungsi Persil Tanah?
Keberadaan data persil membantu memberikan identitas yang lebih jelas terhadap suatu bidang tanah. Dalam proses administrasi pertanahan, informasi tersebut dapat digunakan untuk:
- Menunjukkan lokasi dan batas bidang tanah.
- Mendukung proses pengukuran dan pemetaan.
- Menjadi bagian dari pendataan tanah oleh instansi pertanahan.
- Membantu pencocokan data fisik dan data yuridis.
- Memudahkan penelusuran informasi ketika terjadi proses peralihan atau pendaftaran hak.
Jadi, saat menemukan istilah persil dalam dokumen tanah, kamu perlu melihat konteks dan dokumen yang menyertainya. Persil tidak otomatis menjadi bukti kepemilikan karena status hak atas tanah tetap harus dibuktikan melalui dokumen pertanahan yang sah.
Bagaimana Persil Tanah Diidentifikasi?
Identifikasi bidang tanah dilakukan melalui rangkaian kegiatan pengukuran, pemetaan, dan pencatatan. Data fisik seperti letak, luas, serta batas bidang tanah perlu disesuaikan dengan data administrasinya.
Dalam sistem pendaftaran tanah, bidang yang telah ditetapkan batasnya diberikan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB). Berdasarkan Permen ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021, NIB terdiri atas 14 digit yang memuat kode provinsi, kode kabupaten/kota, nomor bidang tanah, serta kode bidang tanah.
NIB juga digunakan sebagai nomor referensi dalam setiap tahapan kegiatan pendaftaran tanah dan bidang yang telah memiliki NIB dipetakan dalam peta pendaftaran.
Apa Bedanya Persil, Kohir, dan Kelas Tanah?
Ketiga istilah tersebut dapat ditemukan dalam pembahasan administrasi tanah, tetapi maknanya berbeda. Berikut perbedaan singkatnya:
- Persil merujuk pada bidang tanah tertentu yang memiliki ukuran dan batas.
- Kohir berkaitan dengan administrasi perpajakan tanah atau bangunan pada sistem administrasi daerah dan bukan merupakan pengganti sertifikat hak atas tanah.
- Sementara itu, kelas tanah merupakan penggolongan tanah berdasarkan karakteristik atau kondisi tertentu sesuai sistem pendataan yang digunakan.
Memahami perbedaan istilah ini penting agar kamu tidak menyamakan seluruh dokumen atau nomor yang tercantum dalam arsip pertanahan sebagai bukti kepemilikan.
Di Mana Informasi Persil Bisa Ditemukan?
Informasi mengenai suatu bidang tanah dapat berkaitan dengan berbagai dokumen pertanahan, termasuk dokumen pendaftaran tanah dan peta bidang. Dalam dokumen yang sudah menggunakan sistem administrasi pertanahan, NIB menjadi salah satu identitas penting untuk mengacu pada bidang tersebut.
Namun, dokumen lama di tingkat desa atau kelurahan dapat menggunakan istilah dan penomoran yang berbeda. Karena itu, pengecekan sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu dokumen.
Jika kamu sedang memeriksa tanah yang hendak dibeli, cocokkan lokasi, luas, batas, identitas pemegang hak, serta dokumen pendukungnya. Untuk memastikan status dan data pertanahan, pemeriksaan melalui kantor pertanahan terkait juga dapat dilakukan.
Kenapa Persil Tanah Penting Dipahami Sebelum Membeli Tanah?
Mengenali persil tanah membantu kamu memahami bahwa setiap bidang tanah memiliki identitas dan data yang perlu dicocokkan. Langkah ini penting terutama ketika informasi yang diberikan penjual berbeda dengan kondisi di lapangan.
Sebelum melakukan transaksi, periksa kesesuaian antara dokumen, lokasi fisik, batas tanah, dan status haknya. Jangan hanya berpatokan pada nomor atau istilah yang tercantum dalam satu dokumen.
Dengan memahami administrasi persil dan dokumen pertanahan sejak awal, proses pemeriksaan properti bisa dilakukan dengan lebih teliti dan mengurangi risiko kesalahpahaman di kemudian hari.
Buat kamu yang ingin menambah wawasan sebelum membeli atau mengelola properti, simak berbagai artikel informatif seputar properti dan tanah lainnya di Moladin Finance!
