Skip to main content

Moladin Finance Official Blog

Artikel » Panduan » Cara Pecah Sertifikat Tanah dan Syarat yang Harus Disiapkan!

Cara Pecah Sertifikat Tanah dan Syarat yang Harus Disiapkan!

by MOFI News
cara pecah sertifikat tanah - Moladin Finance

Memiliki satu bidang tanah yang ingin dibagi menjadi beberapa bagian membutuhkan proses administrasi yang jelas.

Salah satu hal yang perlu dipahami adalah cara pecah sertifikat tanah, terutama jika tanah akan dijual sebagian, dibagi sebagai warisan, atau dipisahkan kepemilikannya.

Proses ini membuat setiap bidang memiliki bukti kepemilikan tersendiri sehingga status tanah lebih jelas.

Syarat Pecah Sertifikat Tanah yang Perlu Disiapkan

Sebelum mengikuti cara pecah sertifikat tanah, pastikan dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap. Kelengkapan berkas dapat membantu proses pendaftaran berjalan lebih lancar.

Beberapa dokumen yang umumnya diperlukan meliputi:

  • Formulir permohonan yang telah diisi dan ditandatangani.
  • Surat kuasa jika pengurusan diwakilkan.
  • Fotokopi KTP pemohon dan penerima kuasa jika ada.
  • Sertifikat tanah asli.
  • Dokumen pendirian dan pengesahan badan hukum apabila pemohon merupakan badan hukum.
  • Rencana tapak atau site plan dari pemerintah kabupaten/kota setempat sesuai kebutuhan.

Dalam permohonan, pemilik juga perlu memberikan keterangan mengenai identitas, luas dan letak tanah, penggunaan tanah, alasan pemecahan, serta pernyataan bahwa tanah tidak sedang bersengketa dan dikuasai secara fisik.

Cara Pecah Sertifikat Tanah di Kantor Pertanahan

cara pecah sertifikat tanah - Moladin
Foto: Sinarmas Land

Pemecahan sertifikat pada dasarnya merupakan proses memisahkan satu bidang tanah menjadi beberapa bidang baru. Setiap bidang hasil pemecahan nantinya dapat memiliki sertifikat masing-masing.

Untuk mengurusnya, kamu dapat mengajukan permohonan ke kantor pertanahan sesuai wilayah tanah berada. Pengurusan juga dapat dibantu oleh notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) apabila diperlukan.

Berikut tahapan cara pecah sertifikat tanah yang perlu kamu ketahui:

  1. Siapkan seluruh dokumen yang menjadi persyaratan.
  2. Datang ke kantor pertanahan tempat tanah tersebut terdaftar.
  3. Isi formulir permohonan pemecahan bidang tanah.
  4. Serahkan formulir beserta dokumen pendukung kepada petugas.
  5. Lakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.
  6. Petugas melakukan pengukuran bidang tanah apabila diperlukan.
  7. Kantor pertanahan memproses penerbitan sertifikat untuk bidang hasil pemecahan.
  8. Sertifikat baru dapat diambil setelah proses selesai.
Baca Juga  Perbedaan Pemblokiran Tanah dan Penyitaan Tanah, Jangan Sampai Keliru

Jika menggunakan jasa PPAT atau notaris, kamu juga perlu memperhitungkan biaya jasa sesuai kesepakatan.

Berapa Biaya Pecah Sertifikat Tanah?

Biaya pemecahan tidak selalu sama untuk setiap permohonan. Besarannya dapat dipengaruhi oleh jumlah bidang yang dihasilkan serta luas masing-masing bidang.

Karena itu, tidak tepat jika menggunakan satu angka sebagai patokan untuk semua kasus pecah sertifikat tanah.

Kamu dapat mengecek perkiraan biaya melalui layanan atau simulasi yang disediakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Berapa Lama Proses Pemecahan Sertifikat?

Selain mengetahui cara pecah sertifikat tanah, kamu juga perlu memperhatikan waktu penyelesaiannya.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada layanan pertanahan, proses pemecahan sertifikat dapat diselesaikan hingga sekitar 15 hari kerja, bergantung pada proses dan kelengkapan permohonan.

Pengukuran di lokasi juga menjadi salah satu tahapan yang perlu diperhatikan. Karena itu, pastikan batas dan kondisi fisik tanah sesuai dengan data yang diajukan.

Kapan Sertifikat Tanah Perlu Dipecah?

Pemecahan umumnya dilakukan ketika satu bidang tanah akan dibagi menjadi beberapa kepemilikan. Contohnya, orang tua membagi tanah kepada beberapa anak, pemilik menjual sebagian tanah, atau satu bidang akan dipisahkan untuk kebutuhan kepemilikan yang berbeda.

Dengan memahami cara pecah sertifikat tanah sejak awal, kamu bisa mempersiapkan dokumen, biaya, dan proses administrasinya dengan lebih terarah.

Pastikan setiap tahapan dilakukan melalui prosedur resmi agar status dan batas tanah hasil pemecahan memiliki kejelasan hukum.

Ingin memahami lebih banyak informasi seputar properti, tanah, dan berbagai kebutuhan kepemilikan aset? Simak artikel informatif lainnya di Moladin Finance agar kamu semakin siap mengambil keputusan terkait properti!

Baca Juga  Cara Melacak Sertifikat Tanah yang Hilang, Ini Dokumen yang Dibutuhkan

You may also like